Ahad, 5 April 2026 – Ma’had Aly Andalusia melaksanakan seleksi penerimaan calon mahasantri baru gelombang pertama untuk tahun akademik 2026–2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses awal dalam menjaring calon kader ulama yang akan melanjutkan pendidikan di jenjang Ma’had Aly.
Pada pelaksanaan tahap pertama ini, jumlah peserta yang mengikuti seleksi tercatat sebanyak 25 orang, dengan rincian 20 peserta putri dan 5 peserta putra. Mayoritas peserta merupakan lulusan SMA Andalusia, sedangkan sebagian lainnya berasal dari luar lembaga, menunjukkan adanya jangkauan minat yang lebih luas terhadap Ma’had Aly Andalusia.
Adapun peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan tergabung dalam angkatan ke-7 Ma’had Aly Andalusia. Hal ini menandai keberlanjutan proses kaderisasi keilmuan yang secara konsisten dikembangkan oleh lembaga tersebut dari tahun ke tahun.
Rangkaian seleksi dilaksanakan dalam suasana yang tertib dan kondusif. Materi ujian mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an, pembacaan kitab turats, penguasaan dasar ilmu nahwu dan shorof, serta wawancara yang sebagian menggunakan bahasa Arab. Seluruh tahapan ini disusun untuk mengukur kesiapan akademik sekaligus kemampuan dasar peserta.
Pelaksanaan seleksi dilakukan secara langsung oleh para dosen yang memiliki kompetensi di bidangnya, sehingga proses penilaian dapat berlangsung secara objektif dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Ma’had Aly Andalusia.
Salah satu peserta dari luar daerah, Ahmad Zaini Dahlan dari Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara, menyampaikan kesannya setelah mengikuti seleksi. Ia mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian ujian dapat diikutinya dengan baik. “Alhamdulillah, semua tahapan bisa saya jalani dengan lancar, baik tes tulis maupun praktik langsung. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik,” tuturnya.
Kegiatan seleksi ini menjadi bagian dari komitmen Ma’had Aly Andalusia dalam menyongsong tahun akademik 2026–2027 dengan menyiapkan calon mahasantri yang memiliki kesiapan ilmu, mental, dan akhlak, guna melanjutkan estafet keilmuan pesantren secara berkelanjutan.

