.

.

.

Profil Tim Media Ma’had Aly Andalusia

Pendidikan tinggi pesantren, atau yang secara formal diakui dalam sistem hukum nasional Indonesia sebagai Ma’had Aly, merepresentasikan puncak dari integrasi sistem pendidikan tradisional Islam dengan standar akademik modern. Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Ma’had Aly bukan sekadar institusi pelestari kitab kuning, melainkan laboratorium intelektual yang bertujuan melahirkan ulama yang faqih, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Dalam ekosistem ini, Ma’had Aly Andalusia yang berlokasi di Dusun Leler, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, menonjol sebagai institusi yang mengkhususkan diri pada takhasus Al-Lughah Al-’Arabiya wa Adabuha atau Bahasa dan Sastra Arab. Pendirian institusi ini oleh KH. Zuhrul Anam Hisyam, yang akrab disapa Gus Anam, membawa visi besar untuk menghidupkan kembali kejayaan peradaban Islam sebagaimana yang tercermin dalam nama “Andalusia,” sebuah pilihan nama yang diberikan oleh Syaikhuna Maimoen Zubair untuk melambangkan pusat ilmu pengetahuan dunia pada abad ke-12.

Di tengah dinamika global yang dipacu oleh revolusi industri 4.0 dan transisi menuju masyarakat 5.0, transmisi keilmuan pesantren tidak lagi dapat dibatasi oleh dinding-dinding fisik bangunan. Media telah bertransformasi menjadi “ruang kelas baru” di mana syiar agama dan literasi bahasa Arab disebarluaskan. Oleh karena itu, pembentukan Tim Media Ma’had Aly Andalusia, yang secara administratif dikenal sebagai Media Maly, bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan sebuah kebutuhan strategis dalam mendokumentasikan, mengomunikasikan, dan mempublikasikan khazanah intelektual pesantren ke ruang publik. Media Maly berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan tradisi turats (kitab klasik) dengan medium komunikasi modern, memastikan bahwa pesan-pesan keislaman yang moderat dan kedalaman ilmu bahasa Arab dapat diakses secara inklusif oleh audiens lintas geografis.

Aktivitas multimedia Ma’had Aly Andalusia, yang meliputi dokumentasi, pengarsipan, konten ilmiah, hingga branding, awalnya dikelola oleh divisi Kominfo di bawah naungan Dewan Eksekutif Mahasantri (DEMA). Namun, demi optimalisasi dan sistematisasi media yang lebih terfokus, pada tahun 2025, M. Luqmanul Hakim bersama rekan-rekan tim media bersama Ramah Tegar Pambudi (Rojih Hibatulloh) yang pada saat itu memegang tim publikasi dan jurnal, mengusulkan pembentukan organisasi mandiri.

Inisiatif tersebut bertujuan agar pengelolaan media menjadi lebih independen dengan progres yang maksimal. Usulan ini diresmikan melalui Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani langsung oleh KH. Zuhrul Anam Hisyam selaku Mudir Am Ma’had Aly Andalusia Leler. Saat ini, Media Maly telah resmi beroperasi di bawah naungan Tim Publikasi dan Jurnal Ma’had Aly Andalusia.

Secara filosofis, keberadaan tim media ini adalah manifestasi dari prinsip al-muhafadzatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah—memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi baru yang lebih baik. Dalam konteks Ma’had Aly Andalusia, tradisi lama tersebut adalah penguasaan mendalam terhadap literatur Arab, sementara inovasi barunya adalah pemanfaatan platform digital seperti website official, media sosial, hingga podcast sebagai sarana diseminasi ilmu. Tim ini tidak hanya bertugas sebagai operator teknis, tetapi juga sebagai kurator konten yang harus memastikan bahwa setiap informasi yang keluar dari lingkungan institusi mencerminkan marwah akademik dan spiritualitas pesantren.

Landasan Hukum dan Formalitas Institusional

Keabsahan sebuah organisasi di bawah naungan lembaga pendidikan tinggi sangat bergantung pada legalitas formal yang melandasinya. Tim Media Ma’had Aly Andalusia berdiri di atas fondasi yuridis internal yang kuat, yang memberikan wewenang penuh bagi pengurus untuk menjalankan tugas-tugas publikasi secara profesional dan mandiri. Hal ini sangat penting untuk menjamin bahwa setiap konten yang diproduksi memiliki akuntabilitas hukum dan selaras dengan kebijakan umum institusi.

Surat Keputusan dan Status Organisasi

Landasan utama pembentukan organisasi ini adalah Surat Keputusan Mudir Ma’had Aly Andalusia Banyumas Nomor: 002/SK-MEDIA MALY/XI/2025 tentang Penetapan Status Organisasi dan Pengangkatan Kepengurusan Baru Media Ma’had Aly Andalusia. Surat keputusan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pengelolaan media di lingkungan Leler, karena menetapkan Media Ma’had Aly sebagai organisasi mandiri yang berada di bawah Tim Publikasi dan Jurnal Ma’had Aly Andalusia. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan mendalam bahwa efektivitas kerja dalam bidang dokumentasi dan publikasi informasi digital memerlukan struktur yang khusus dan fokus.

Secara administratif, surat tersebut ditetapkan di Banyumas pada tanggal 23 November 2025 dan ditandatangani langsung oleh KH. Zuhrul Anam Hisyam selaku Mudir Ma’had Aly Andalusia. Status “mandiri” dalam keputusan ini memberikan ruang bagi tim media untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, namun tetap dalam koordinasi yang ketat dengan dewan pengawas dan mudir guna menjaga kesesuaian konten dengan nilai-nilai keilmuan yang dijunjung tinggi oleh lembaga.

Komponen LegalitasKeterangan Detil
Nomor Surat Keputusan002/SK-MEDIA MALY/XI/2025 
Tanggal Penetapan23 November 2025 
Pejabat PenandatanganKH. Zuhrul Anam Hisyam (Mudir) 
Status OrganisasiOrganisasi Mandiri di bawah Tim Publikasi & Jurnal 
Masa KhidmatPeriode 2025/2026 

Organisasi ini tidak berdiri sendiri dalam ruang hampa, melainkan terintegrasi dalam struktur kepengurusan Ma’had Aly yang lebih luas. Berdasarkan struktur yang ditetapkan, Tim Media mendapatkan pengawasan langsung dari jajaran masyayikh dan dosen. Pengasuh utama, KH. Zuhrul Anam Hisyam, bersama Ibu Nyai Hj. Rodliyah Ghorro’ sebagai penasehat, memberikan arahan ideologis dan spiritual bagi tim. Selain itu, keterlibatan segenap dosen Ma’had Aly Andalusia dalam jajaran penasehat memastikan bahwa konten yang diproduksi memiliki bobot ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan standar akademik pesantren tinggi.

Keterlibatan Ust. Rohli Maulana, Lc. sebagai penasehat teknis dalam struktur 2025/2026 juga menunjukkan adanya upaya sinkronisasi antara aspek kebahasaan (Arab) dengan penyajian media. Sebagai seorang pakar di bidangnya, beliau berperan penting dalam memvalidasi konten-konten yang berkaitan dengan sastra dan bahasa Arab sebelum dipublikasikan ke publik, mengingat Ma’had Aly Andalusia merupakan pusat unggulan dalam bidang tersebut.

Visi dan Peran Strategis: Menuju Pusat Syiar Digital Internasional

Visi dari Tim Media Ma’had Aly Andalusia merupakan cerminan dari visi besar institusi induknya. Ma’had Aly Andalusia bercita-cita untuk menjadi pusat pendidikan Bahasa Arab yang unggul, kompetitif, dan bertaraf internasional. Dalam kerangka ini, Tim Media memegang peran strategis sebagai motor penggerak digitalisasi visi tersebut. Keberadaan tim media bukan sekadar untuk mendokumentasikan kegiatan, melainkan untuk membangun citra (branding) institusi sebagai entitas pendidikan yang progresif namun tetap berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam klasik.

Dalam diskursus dakwah kontemporer, media digital adalah medan perjuangan ideologi dan keilmuan. Tim Media Ma’had Aly Andalusia memposisikan diri sebagai agen syiar yang bertugas menyebarluaskan hasil-hasil kajian mahasantri dan para muhadir (dosen). Peran strategis ini mencakup pengelolaan website resmi (maalyandalusia.ac.id) dan platform literasi mahasantri (malyjurnalistik.com) yang berfungsi sebagai gudang pengetahuan digital. Di sini, setiap artikel, rilis berita, dan hasil bahtsul masail dipublikasikan untuk menjadi rujukan bagi masyarakat luas.

Strategi syiar ini juga melibatkan pemanfaatan berbagai platform media sosial yang disesuaikan dengan karakteristik audiens. Dengan mengelola WhatsApp, YouTube, Instagram, Facebook, X (Twitter), hingga TikTok, Tim Media berusaha menyasar demografi yang beragam, mulai dari kalangan sesepuh pesantren hingga generasi milenial dan Gen-Z yang lebih menyukai konten visual singkat dan informatif. Peran ini menjadi sangat krusial dalam memperkenalkan Ma’had Aly Andalusia sebagai satu-satunya Ma’had Aly di wilayah Banyumas kepada khalayak nasional maupun internasional.

Salah satu poin dalam konsideran SK pembentukan organisasi adalah menjadikan Media Ma’had Aly sebagai wadah pengembangan kreativitas dan komunikasi di lingkungan mahasantri. Ini berarti Tim Media berperan sebagai inkubator bakat bagi mahasantri yang memiliki minat dalam bidang desain grafis, videografi, jurnalistik, dan penulisan kreatif. Melalui organisasi ini, mahasantri tidak hanya belajar secara teoritis tentang bahasa Arab di kelas, tetapi juga mempraktikkannya dalam bentuk pembuatan skrip video, penulisan berita, dan penyusunan narasi podcast dalam bahasa Arab.

Peran strategis ini sejalan dengan target kemampuan lulusan Ma’had Aly Andalusia yang mencakup Nuthqun Shohih (ucapan yang benar), Kitabah Shohihah (penulisan yang benar), Qiro’ah Shohihah (membaca yang benar), dan Fahmun Shohih (pemahaman yang benar).Tim Media menyediakan platform bagi mahasantri untuk mengasah keempat keterampilan tersebut dalam konteks komunikasi massa, sehingga lulusan Ma’had Aly tidak hanya ahli dalam membaca kitab, tetapi juga cakap dalam mempresentasikan pemikiran mereka melalui media modern.

Fokus Peran StrategisImplementasi Nyata
Institutional BrandingMenonjolkan kekhasan takhasus Bahasa dan Sastra Arab di tingkat nasional.
Digital LibraryMengarsipkan setiap kegiatan akademik, munaqasyah, dan stadium general secara digital.
International OutreachMendokumentasikan kerja sama dengan institusi luar negeri (Maroko, Mesir, DLL) untuk audiens global.
Community EngagementMenjadi saluran informasi utama bagi alumni, calon mahasantri, dan masyarakat umum.
Struktur Organisasi dan Uraian Tugas

Struktur organisasi Media Ma’had Aly Andalusia Masa Khidmat 2025/2026 disusun berdasarkan prinsip fungsionalitas dan distribusi beban kerja yang merata. Setiap posisi memiliki uraian tugas yang spesifik guna memastikan seluruh aspek manajemen media, mulai dari perencanaan kreatif, pengambilan data di lapangan, hingga pasca-produksi berjalan secara sinkron dan harmonis. Profesionalisme ini ditunjukkan dengan adanya pemisahan peran yang jelas namun tetap dalam semangat kolaborasi tim.

Struktur kepemimpinan tim media dipimpin oleh seorang Koordinator dan seorang Ketua yang masing-masing memiliki tanggung jawab strategis dan operasional. Ramah Tegar Pambudi sebagai Koordinator memegang peran kunci sebagai penghubung antara tim media dengan struktur birokrasi yang lebih tinggi di Ma’had Aly, seperti Mudir dan jajaran Dekan. Tugas utamanya adalah memastikan seluruh program kerja media tetap selaras dengan visi lembaga dan memonitor koordinasi antar divisi agar tidak terjadi tumpang tindih.

Di level operasional, Luqmanul Hakim menjabat sebagai Ketua Media Maly yang bertanggung jawab memimpin jalannya kegiatan harian. Peran Ketua mencakup perancangan program kerja mingguan dan bulanan, serta pelaksanaan monitoring kinerja seluruh tim. Dukungan administrasi diberikan oleh tim sekretaris yang terdiri dari Akil Akmal dan Afro’, yang bertugas mengelola arsip digital maupun fisik, serta menyiapkan dokumen formal seperti surat izin dan proposal kegiatan. Sedangkan Fajar Setiawan sebagai Bendahara memegang mandat untuk menjaga transparansi keuangan dan merancang strategi pengadaan dana (fundraising) jika diperlukan untuk mendukung operasional media.

Divisi Produksi Visual dan Konten

Kekuatan utama Media Maly terletak pada kemampuan produksinya. Divisi-divisi teknis dibentuk untuk menangani setiap tahap pembuatan konten dengan detail yang sangat teliti.

  1. Divisi Fotografi dan Videografi: Dipimpin oleh Fajar Setiawan dan Muhammad Fathul Fatoni, tim ini bertugas menangkap setiap momen penting di Ma’had Aly. Tugas mereka tidak hanya sebatas memotret atau merekam, tetapi juga melakukan manajemen data (backup) yang sistematis untuk memastikan aset visual lembaga tersimpan dengan aman.
  2. Divisi Desain dan Editing: Hasil mentah dari lapangan kemudian diolah oleh tim desain foto (di bawah Mohammad Rifa’ul Fikri) dan tim editing video (di bawah Muhammad Fazal Hijazi). Mereka bertugas memastikan bahwa output yang dihasilkan—baik itu pamflet, banner, maupun video—memiliki estetika yang sesuai dengan identitas visual lembaga dan layak untuk dipublikasikan.
  3. Divisi Penulisan dan Kreatif: Konten visual tidak akan lengkap tanpa narasi yang kuat. Muhamad Hisyam Abdillah dan tim penulisnya bertanggung jawab menyusun caption sosial media dan berita normatif. Sementara itu, Tim Kreatif di bawah Hans Hafidz Ridwan Rasyid berperan sebagai “arsitek ide” yang menentukan tema, alur, dan konsep konten sebelum masuk ke tahap produksi.
Divisi / PeranPenanggung JawabAnggota Tim Utama
KoordinatorRamah Tegar Pambudi
Ketua Media MalyLuqmanul Hakim
SekretarisAkil AkmalAfro’
BendaharaFajar Setiawan
FotograferFajar SetiawanRizki Oktavian Zaki, Afro’, Cyahmae Purwaningsih
VideograferMuhammad Fathul FatoniKhoirul Hamdani, Shahira Hisma Meinida
Desain FotoMohammad Rifa’ul FikriAkil Akmal, Adib Irmanzah
Editing VideoMuhammad Fazal HijaziLuqmanul Hakim
PenulisMuhamad Hisyam AbdillahKhuriyatul Firdaus
Tim KreatifHans Hafidz Ridwan RasyidIsnaeni Inayaturrofiqoh

Selain konten berbasis sosial media, Media Maly juga memiliki unit khusus untuk penyiaran podcast dan peliputan berita langsung. Tim Podcast dipimpin oleh Laduni Chadid Ahmad dan Amanda, yang bertugas mengatur seluruh ekosistem siaran, mulai dari penentuan narasumber hingga teknis perekaman. Tim Reporter yang digawangi oleh Ahmad Labibul Afngal dan Anggita Amanatur Roisah menjadi “ujung tombak” di lapangan yang melakukan wawancara dan pengumpulan data primer dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik.

Terakhir, aspek pendukung teknis dikelola oleh Tim Inventaris yang dikoordinasikan oleh Adib Irmanzah. Tim ini memiliki tanggung jawab krusial untuk memastikan seluruh perangkat kerja kamera, laptop, mikrofon, dan peralatan lainnya dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan saja. Pencatatan yang teliti terhadap kondisi alat menjadi bagian penting dari laporan berkala kepada ketua guna keberlanjutan operasional jangka panjang.

Program dan Ruang Lingkup Kerja

Program kerja Tim Media Ma’had Aly Andalusia dirancang untuk menciptakan aliran informasi yang berkelanjutan dan berkualitas. Ruang lingkup kerja tim ini tidak terbatas pada dokumentasi internal, tetapi meluas hingga pada keterlibatan aktif dalam event-event nasional dan internasional yang diikuti oleh institusi. Program-program ini dibagi menjadi kegiatan rutin, manajemen event khusus, dan produksi konten edukatif bertema kebahasaan dan keislaman.

Kegiatan harian dan mingguan menjadi tulang punggung keberadaan media sosial lembaga. Media Maly secara rutin melakukan liputan terhadap kegiatan Unit Kegiatan Mahasantri (UKM) seperti UKM Sina’atus Syi’ri, UKM Mutarjim, dan UKM Jurnalistik. Liputan ini bertujuan untuk menunjukkan dinamika intelektual dan kreativitas mahasantri di luar ruang kuliah formal. Selain itu, terdapat program “Highlight Kegiatan Kuliah” bulanan yang merangkum momen-momen penting proses belajar mengajar, termasuk kehadiran dosen-dosen tamu internasional dari Al-Azhar Mesir.

Manajemen platform digital juga dilakukan secara real-time. Admin masing-masing platform (Instagram, TikTok, WhatsApp, dll.) bertugas merespons interaksi audiens dan memastikan informasi penting seperti jadwal pendaftaran mahasantri baru (PMB) atau pengumuman ujian akhir semester (UAS) tersampaikan dengan cepat dan akurat.

Ma’had Aly Andalusia memiliki kalender akademik yang padat dengan acara-acara besar yang membutuhkan manajemen media skala profesional. Tim Media harus bersiap untuk melakukan peliputan intensif pada agenda-agenda berikut:

  1. Wisuda dan Munaqasyah: Dokumentasi momen sakral kelulusan mahasantri, peluncuran profil wisudawan, dan rilis berita terkait pencapaian akademik lulusan yang menyandang gelar Sarjana Sastra Arab.
  2. Stadium General: Peliputan kuliah umum yang seringkali menghadirkan tokoh besar, seperti Guru Besar dari UIN Sunan Kalijaga atau pejabat kementerian, untuk memperkuat posisi akademik institusi di mata publik.
  3. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan KKN: Mendokumentasikan pengabdian mahasantri di tengah masyarakat, yang menjadi bukti nyata implementasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial.
  4. Event Tradisi Pesantren: Peliputan acara seperti Sanadan, Halal bi Halal, dan Milad Ma’had Aly yang kental dengan nuansa spiritual dan kultural pesantren Leler.
Kategori ProgramContoh KegiatanFrekuensi / Waktu
Program RutinLiputan UKM & Highlight KuliahMingguan / Bulanan 
Event AkademikStadium General, Seminar Proposal, UASSesuai Kalender Akademik 
Event SeremonialWisuda, Munaqasyah, MiladTahunan / Kondisional 
Program EksternalPPL, KKN, Rihlah IlmiahKondisional 
Produksi Konten Kreatif Berbasis Literasi

Sebagai institusi dengan takhasus Bahasa Arab, Tim Media memiliki tanggung jawab unik untuk memproduksi konten edukatif yang berkaitan dengan kebahasaan. Program pembuatan konten ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai divisi dan UKM di lingkungan Ma’had Aly.

  • Maly Podcast: Program bulanan yang membahas isu-isu kontemporer dari perspektif agama dan bahasa, bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam kepada pendengar.
  • Maqolah dan Syi’ir: Publikasi karya tulis dan puisi Arab karya mahasantri setiap dua minggu sekali, yang ditampilkan dalam format visual menarik di media sosial.
  • Edukasi Bahasa (Al Furuq Al Lughowiyah): Konten video atau grafis yang menjelaskan perbedaan halus dalam kosa kata bahasa Arab, bekerja sama dengan komunitas Abnaul Lughoh.
  • Biografi Ulama: Seri konten yang mengulas sejarah hidup para ulama, terutama yang memiliki kaitan sanad dengan pendiri Ma’had Aly Andalusia, guna menjaga memori kolektif akan jasa-jasa para pendahulu.

Untuk mendukung kelancaran seluruh program di atas, Media Maly dibekali dengan perangkat teknologi yang harus dikelola dengan sangat disiplin. Inventaris saat ini mencakup berbagai kamera (Lumix, Sony ZV-1F), smartphone high-end (iPhone 15, iPhone XR) untuk kebutuhan konten media sosial cepat, serta perangkat audio berkualitas tinggi. Tim Inventaris melakukan pengecekan rutin dan memastikan ketersediaan ruang penyimpanan (Hardisk 1Tb dan 2Tb) serta kesiapan perangkat pendukung seperti tripod dan mikrofon wireless sebelum setiap sesi peliputan. Hal ini mencerminkan bahwa meskipun organisasi berada di lingkungan pesantren, standar operasional prosedur (SOP) yang digunakan tetap mengacu pada profesionalitas manajemen aset media modern.

Tim Media Ma’had Aly Andalusia telah membuktikan diri sebagai elemen vital dalam struktur keorganisasian lembaga pendidikan tinggi pesantren. Melalui sinkronisasi antara legalitas hukum yang kuat, visi strategis yang berorientasi global, serta struktur organisasi yang profesional, Media Maly tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga gawang reputasi dan marwah Ma’had Aly Andalusia di ranah digital. Transformasi yang dilakukan oleh tim ini menunjukkan bahwa tradisi pesantren memiliki daya lentur yang tinggi untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa harus kehilangan substansi nilai-nilai spiritualnya.Ke depannya, tantangan bagi Tim Media adalah terus meningkatkan kualitas estetika dan kedalaman konten, seiring dengan semakin ketatnya persaingan informasi di media sosial. Dengan dukungan penuh dari Mudir KH. Zuhrul Anam Hisyam dan seluruh sivitas akademika, Media Maly diharapkan mampu berkembang menjadi kantor berita pesantren yang tidak hanya melayani kebutuhan internal, tetapi juga mampu menjadi rujukan utama literasi bahasa Arab dan kajian keislaman moderat di tingkat internasional. Tim Media Ma’had Aly Andalusia adalah perwujudan dari “Syiar Berbasis Literasi,” sebuah gerakan intelektual yang memastikan bahwa suara dari Leler terdengar nyaring di seluruh penjuru dunia digital, membawa pesan kedamaian dan kedalaman ilmu agama melalui keindahan bahasa Arab. Dengan semangat pengabdian dan profesionalisme yang ada, organisasi ini siap menyongsong masa khidmat 2025/2026 sebagai tahun penuh inovasi dan prestasi publikasi.