Membaca Ulang Cara Kerja Media: Catatan dari Studi Banding Kominfo Kabinet Abreza

maalyandalusia.ac.id

BANYUMAS — Pengelolaan media tidak hanya berkaitan dengan membuat dan mengunggah konten. Di baliknya terdapat proses dokumentasi, penyuntingan, desain, hingga penyampaian informasi yang perlu dilakukan dengan baik. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam studi banding Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DEMA Ma’had Aly Andalusia Kabinet Abreza bersama Media Andalusia yang berlangsung pada Minggu (30/8/2026) di Gedung Ma’had Aly Andalusia.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota Kominfo untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan media dan mengevaluasi beberapa hal yang selama ini masih perlu diperbaiki. Pembahasan mencakup alur kerja admin, editor, desainer, fotografer, hingga videografer dalam menghasilkan sebuah produk media.

Koordinator Media Andalusia, Luqman Hakim, dalam penyampaian materinya menekankan pentingnya ketelitian dan kejelasan dalam setiap bagian kerja. Admin diharapkan responsif dan aktif dalam memberikan informasi, sementara editor perlu teliti serta terbuka terhadap revisi. Dalam bidang desain, kerapian layout dan pemilihan palet warna juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ia juga menyampaikan bahwa publikasi sebaiknya dilakukan maksimal dua jam setelah kegiatan dan tidak sampai berganti hari.

Pembahasan juga menyinggung persoalan dokumentasi yang masih menjadi salah satu bahan evaluasi Kominfo. Pengambilan foto dan video tidak hanya sebatas mengabadikan kegiatan, tetapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan publikasi. Proses penyortiran pun membutuhkan ketelitian agar materi yang dipilih benar-benar memenuhi kriteria dan dapat digunakan.

Salah satu anggota Kominfo DEMA Ma’had Aly Andalusia, Alfina Chalimatus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru bagi tim. Menurutnya, beberapa hal yang sebelumnya dianggap sederhana ternyata memiliki standar yang perlu diperhatikan dalam kerja media.

“Alhamdulillah, dari studi banding ini kita mendapatkan banyak hal. Ternyata dalam mengelola media itu setiap bagian memiliki perhatian masing-masing. Admin harus cepat merespons, editor harus teliti dan mau menerima revisi, desainer harus memperhatikan kerapian, dan untuk jurnalis juga harus jelas dalam menyampaikan informasi. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depannya,” ujarnya.

Selain itu, anggota Kominfo juga diarahkan untuk tidak ragu menyampaikan apabila belum memahami suatu pekerjaan. Sikap terbuka dalam bertanya dan menerima masukan dinilai penting agar proses belajar dapat berjalan dan kemampuan setiap anggota dapat berkembang secara bertahap.

Koordinator Kominfo DEMA Ma’had Aly Andalusia Kabinet Abreza, Hilmy Nur Afif, menyampaikan terima kasih kepada Media Andalusia yang telah berbagi pengalaman dan memberikan berbagai masukan kepada tim Kominfo. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak Media Andalusia yang sudah bersedia berbagi dan memberikan banyak masukan. Semoga kolaborasi ini bisa memberikan dampak bagi Kominfo ke depannya agar dapat bekerja lebih baik,” tuturnya.

Studi banding tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi pengalaman, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kominfo dalam memperbaiki sistem kerja dan meningkatkan kemampuan anggota. Dengan adanya masukan dari Media Andalusia, Kominfo DEMA Ma’had Aly Andalusia Kabinet Abreza diharapkan mampu menghasilkan dokumentasi, informasi, dan publikasi yang lebih baik serta sesuai dengan kebutuhan media.


GALERI


Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *