BANYUMAS — Ribuan santri putra-putri dan ikhwan thoriqoh memenuhi Aula hingga halaman Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Kamis (3/9/2026) malam, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus haul Mbah K.H. Hisyam Zuhdi. Peringatan tersebut menjadi ruang bagi keluarga besar pesantren dan para jamaah untuk kembali menghidupkan tradisi Maulid yang telah diwariskan di lingkungan pesantren.
Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan melanjutkan khataman kajian Maulid Barzanji yang dipimpin langsung oleh Syaikhuna K.H. Zuhrul Anam Hisyam. Kajian tersebut merupakan bagian dari tradisi yang dilakukan setiap bulan Maulid, sebagaimana yang dahulu dirintis oleh Mbah Hisyam. Setelah khataman dan doa, acara dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan Ketua Yayasan Al-Anwar Al-Hisamiyyah, H. Sunarto Arif, serta pembacaan tahlil yang dipimpin oleh K.H. Ibnu Mu’thi.
Memasuki acara inti, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dibawakan oleh grup hadroh Ghurron Muhajjalin. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Mauizah Hasanah yang disampaikan oleh K.H. Zuhrul Anam Hisyam. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan sejarah peringatan Maulid sebagai sunnah hasanah yang mulai dikenal sejak abad ke-7 Hijriah, salah satunya melalui Malik Mudhoffar, penguasa Irbil.
Beliau juga menjelaskan bahwa kegembiraan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk kecintaan dan rasa syukur atas rahmat Allah SWT. Beliau mengutip ungkapan seorang ulama Mesir, “احتفال بالمولد النبوي لا يحتاج إلى دليل صحيح بل يحتاج إلى قلب صحيح.” Menurut beliau, peringatan Maulid merupakan bentuk kegembiraan hati yang sehat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh makhluk.
Menurut beliau, peringatan Maulid menjadi sarana untuk mengungkapkan kegembiraan secara bersama-sama atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan harapan memperoleh keberkahan. Dalam mauizahnya, Gus Anam juga menceritakan kisah Sadud bin Taftazani yang memperoleh keberkahan Nabi Muhammad SAW melalui mimpi. Kisah tersebut menjadi bagian dari penjelasan mengenai kecintaan kepada Nabi dan harapan memperoleh keberkahan.
Beliau kemudian kembali mengisahkan cerita yang dahulu kerap disampaikan Mbah Hisyam ketika mengaji Maulid. Ia mengenang masa Mbah Hisyam saat mondok di Rembang dan kisah Mbah Masngud dengan ungkapan, “Senajan anak kiai ora gelem ngaji bento, walaupun anak petani kalau ngaji mempeng jadi kiai.” Cerita tersebut menjadi salah satu kisah yang terus disampaikan dalam kajian Maulid sebagai pengingat mengenai pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Sumedi. Setelah doa, sebelum meninggalkan lokasi, Gus Anam memberikan hadiah kepada sejumlah panitia yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan, di antaranya perwakilan pembawa acara, tim hadroh, tim media, dan tim sound system. Pemberian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam mendukung jalannya acara.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul Mbah K.H. Hisyam Zuhdi malam itu mempertemukan santri, ikhwan thoriqoh, pengasuh, serta keluarga besar pesantren dalam satu rangkaian kegiatan. Selain menjadi momentum mengenang Mbah Hisyam, kegiatan tersebut juga melanjutkan tradisi kajian Maulid yang telah diwariskan dan dirawat di lingkungan Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia.
GALERI












Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com



