BANYUMAS — Setelah dikaji selama 18 hari setiap sore, Maulid Barzanji akhirnya dikhatamkan di Aula Pusat Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Kamis (3/9/2026). Kajian yang dimulai sejak Senin (17/8/2026) tersebut dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren, KH. Zuhrul Anam Hisyam atau akrab disapa Gus Anam, dan diikuti oleh seluruh santri.
Khataman tersebut menjadi bagian dari tradisi kajian kitab Maulid yang dilaksanakan setiap bulan Maulud di lingkungan pesantren. Tradisi itu merupakan warisan Mbah Hisyam, ayah Gus Anam, yang sejak dahulu mengisi bulan Maulud dengan kajian Barzanji dan kitab-kitab Maulid lainnya. Tradisi tersebut terus dilanjutkan sebagai bentuk ikhtiar menjaga kebiasaan keilmuan sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Berbeda dari sekadar pembacaan Barzanji yang lazim dijumpai dalam peringatan Maulid di kampung-kampung, kajian di Andalusia dilakukan dengan membahas makna setiap lafaz menggunakan bahasa Jawa Pegon. Setiap sore, Gus Anam membaca teks Barzanji sekaligus menjelaskan maknanya, sehingga para santri tidak hanya mengikuti bacaan, tetapi juga memahami isi yang sedang dibaca.
Maulid Barzanji sendiri memuat kisah dan pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ, mulai dari nasab, kelahiran, masa pertumbuhan, perjalanan kenabian, hingga kemuliaan akhlak dan sifat-sifat Rasulullah ﷺ. Di dalamnya juga terdapat rangkaian doa dan ungkapan kecintaan kepada Nabi yang menjadi bagian dari tradisi pembacaan Maulid di berbagai daerah.
Bagi Mujiburrohman, salah satu santri yang berasal dari Jakarta, kajian dengan makna Jawa Pegon membuat pembacaan Barzanji terasa lebih dekat. Ia menilai penjelasan per lafaz membantu santri memahami teks sekaligus menghayati kisah Rasulullah ﷺ yang dibaca.
«“Alhamdulillah, kita bisa menghatamkan kitab ini dalam kurang lebih 18 hari. Barzanji tidak hanya dibaca, tetapi juga dibahas maknanya per lafaz dengan bahasa Jawa Pegon. Bagi saya, itu lebih mengena, seakan membawa kita lebih dekat dengan zaman Nabi dan membuat kisah yang dibaca terasa lebih menyentuh,” ujar Mujiburrohman.»
Selama 18 hari, seluruh santri mengikuti perjalanan kajian dari awal hingga halaman terakhir. Kegiatan yang berlangsung setiap sore tersebut bukan hanya menjadi rutinitas membaca kitab pada bulan Maulud, tetapi juga menjadi ruang bagi santri untuk mengenal kembali perjalanan hidup, sifat, dan keteladanan Rasulullah ﷺ melalui teks yang telah lama menjadi bagian dari tradisi keislaman masyarakat.
Khataman tersebut menjadi penutup rangkaian kajian Barzanji selama 18 hari sekaligus melanjutkan tradisi kajian kitab Maulid yang telah dilakukan Mbah Hisyam setiap bulan Maulud. Melalui pembahasan makna per lafaz menggunakan Jawa Pegon, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjaga tradisi pembacaan Barzanji, tetapi juga membantu para santri memahami kisah, sifat, dan keteladanan Nabi Muhammad ﷺ yang terkandung di dalamnya.
GALERI




Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com



