Stadium General Ma’had Aly Andalusia Bahas Keindahan Sastra Arab dan Balaghah Al-Qur’an

maalyandalusia.ac.id

BANYUMAS — Ma’had Aly Andalusia menyelenggarakan kegiatan Studium Generale & Pelantikan Dewan Eksekutif Mahasantri (DEMA) Ma’had Aly Andalusia periode 2026/2027 pada Selasa (11/08/2026). Kegiatan Studium Generale mengusung tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Revitalisasi Sastra Arab melalui Khazanah Turats Balaghah Al-Qur’an Menuju Ulama Mutafaqqih Fiddin”, dengan Dr. H. Muhammad Afifuddin Dimyathi, Lc., M.A. sebagai narasumber dan Eka Prasetya sebagai moderator.

Acara diawali dengan penampilan Grup Nasyid Anwarul Mahabbah Putra, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, prosesi pelantikan DEMA Ma’had Aly Andalusia periode 2026/2027 terlaksana dengan khidmat dan dipimpin oleh Ust. Agus Hilmi Mubarok.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ma’had Aly Andalusia. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sambutan Mudir ‘Am Ma’had Aly Andalusia, KH. Zuhrul Anam Hisyam.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dorongan semangat dan motivasi kepada para mahasantri agar terus mengembangkan keilmuan, khususnya dalam bidang kepenulisan dan kajian keislaman. Beliau juga menekankan bahwa apa yang seseorang tekuni dan baca dapat memberikan pengaruh besar terhadap dirinya.

“Bahwasanya apa saja yang digeluti dan dibaca akan memiliki pengaruh besar terhadap orang tersebut.”

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi Studium Generale oleh Dr. H. Muhammad Afifuddin Dimyathi, Lc., M.A., atau yang akrab dipanggil Gus Awis. Ia merupakan ulama, akademisi, penulis, dan pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Darul Ulum Jombang yang memiliki perhatian kuat terhadap kajian Al-Qur’an, tafsir, bahasa Arab, dan balaghah. Gus Awis menempuh pendidikan S1 Fakultas Ushuluddin bidang Tafsir di Universitas Al-Azhar, Kairo, kemudian melanjutkan studi bahasa Arab di Khartoum International Institute for Arabic Language, Sudan, serta menyelesaikan pendidikan doktoral di Neelain University.

Selain aktif dalam dunia pendidikan dan pengajaran, Gus Awis dikenal melalui sejumlah karya di bidang Al-Qur’an dan bahasa Arab. Salah satu karyanya yang relevan dengan tema Studium Generale adalah Al-Syāmil fī Balāghah Al-Qur’ān, karya yang membahas aspek-aspek kebahasaan dan keindahan sastra Al-Qur’an secara luas. Karya tersebut bahkan menjadi objek kajian akademik dalam penelitian mengenai uslub iltifāt dan metodologi kajian balaghah Al-Qur’an.

Gus Awis juga dikenal sebagai penulis Tafsir Hidayatul Qur’an, sebuah karya tafsir 30 juz yang disusun dalam empat jilid. Selain itu, ia telah menghasilkan sejumlah karya lain terkait Ulumul Qur’an, di antaranya Mawārid al-Bayān fī ‘Ulūm al-Qur’ān, ‘Ilm al-Tafsīr: Ushūluhu wa Manāhijuhu, dan Al-Syāmil fī Balāghah al-Qur’ān.

Sebelum mengawali materinya, Gus Awis menyampaikan tentang pentingnya Al-Qur’an sebagai sumber ilmu yang menjadi dorongan bagi para ulama untuk terus berkarya.

“Bahwa Al-Qur’an adalah sumber ilmu yang menjadi motivasi besar bagi para ulama untuk berkarya.”

Dalam materi yang disampaikan, beliau memaparkan pentingnya khazanah turats, khususnya Balaghah Al-Qur’an, dalam upaya mengembangkan sastra Arab sekaligus membentuk ulama yang memiliki pemahaman agama secara mendalam. Kajian terhadap keindahan bahasa Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika bahasa, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk memahami kedalaman pesan dan makna yang terkandung di dalamnya. Kajian mengenai Al-Syāmil fī Balāghah Al-Qur’ān juga menunjukkan perhatian Gus Awis terhadap sisi retoris dan kebahasaan ayat-ayat Al-Qur’an.

Studium Generale tersebut menjadi salah satu ruang bagi mahasantri untuk memperluas wawasan mengenai sastra Arab dan khazanah keilmuan Islam. Melalui tema yang diangkat, peserta diajak untuk melihat kembali kekayaan turats sebagai sumber keilmuan yang dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kehidupan intelektual masa kini.

Memasuki sesi tanya jawab, moderator mempersilakan peserta untuk menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Salah seorang mahasantri, Roudhoh, mengajukan pertanyaan mengenai strategi belajar yang dapat diterapkan untuk memahami Al-Qur’an, khususnya dalam mempelajari ilmu Balaghah.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan karya syi’ir salah seorang mahasantri Ma’had Aly Andalusia, Imdadurrahman. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana pembelajaran sastra Arab di lingkungan Ma’had Aly tidak hanya berhenti pada kajian teoritis, tetapi juga diarahkan pada lahirnya karya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata serta hasil karya mahasantri Ma’had Aly Andalusia. Acara juga diakhiri dengan sesi foto bersama dan doa penutup.

Melalui kegiatan Studium Generale & Pelantikan DEMA ini, para mahasantri diharapkan tidak hanya menjadikannya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya sastra dan keindahan bahasa dalam memahami khazanah keislaman. Di sisi lain, pelantikan DEMA menjadi langkah awal bagi pengurus terpilih untuk menjalankan amanah, berkontribusi, serta membawa organisasi menjadi lebih aktif dan bermanfaat bagi seluruh mahasantri.


GALERI


Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *