Qurrota A’yun dan “Qurratu A’yun”: Kisah Unik Munaqasyah di Ma’had Aly Andalusia

maalyandalusia.ac.id

Banyumas — Ketika mendengar judul skripsi قرة أعين أولي الرغبات في بيان أنواع المبنيات والمعربات للشيخ محمد بن إبراهيم أبي خضير الدمياطي, Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, Lc., M.A. langsung menangkap satu hal yang menarik. Dua kata pertama dalam judul tersebut, Qurratu A’yun, memiliki kemiripan dengan nama mahasantri yang sedang diuji, Qurrota A’yun.

“Kamu mencari kitabnya memang kebetulan sama, atau memang sengaja supaya sama?” tanya Prof. Tulus sambil tersenyum kepada Qurrota saat Munaqasyah. Pertanyaan itu muncul di tengah pembahasan skripsi yang mengkaji jenis-jenis kata mabni dan mu’rab dalam bahasa Arab.

Kemiripan nama dan judul tersebut menjadi salah satu detail menarik dalam Munaqasyah angkatan ketiga Ma’had Aly Andalusia yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 38 mahasantri dan menjadi tahap akhir studi mereka untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan dewan penguji.

Munaqasyah ini tidak hanya menguji hasil penelitian yang telah ditulis. Para mahasantri juga dinilai melalui lima aspek, yakni kemampuan presentasi, penguasaan sistematika penulisan, metodologi penelitian, hasil penelitian, dan kemampuan argumentasi. Masing-masing aspek memiliki bobot penilaian sebesar 20 persen.

Untuk menguji kemampuan tersebut, Ma’had Aly Andalusia menghadirkan penguji internal dan empat penguji eksternal, yakni Syaikh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin, Dr. M. Agus Salim, Lc., M.A., Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, Lc., M.A., dan Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A. Kehadiran para penguji dari berbagai latar belakang turut memperluas jejaring akademik Ma’had Aly Andalusia dengan lembaga pendidikan dan pesantren di luar lingkungan Ma’had Aly.

Dalam prosesnya, para mahasantri dihadapkan pada pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian masing-masing untuk menguji sejauh mana mereka memahami, menjelaskan, dan mempertahankan hasil kajian secara ilmiah.

Bagi Qurrota A’yun, berada di hadapan para penguji tetap menjadi pengalaman yang menegangkan. Ia mengaku sempat khawatir tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, tetapi berusaha menjaga ketenangan agar dapat berpikir lebih jernih.

“Tentunya saya merasa deg-degan, takut nantinya tidak bisa menjawab, tapi saya tetap berusaha terlihat tenang karena dengan tenang kita bisa berpikir lebih jernih,” ujar Qurrota A’yun setelah keluar dari ruang ujian.

Munaqasyah angkatan ketiga menjadi tahap akhir bagi 38 mahasantri dalam rangkaian studi mereka di Ma’had Aly Andalusia. Di tengah keseriusan mempertanggungjawabkan penelitian, kisah Qurrota A’yun dan Qurratu A’yun memberi warna tersendiri, sebuah kemiripan nama yang bahkan menarik perhatian penguji ketika judul skripsi dibacakan.


GALERI


Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *