Ketika Kata Membutuhkan Rasa: Pelajaran Balaghah dari Syekh Fathi

maalyandalusia.ac.id

Ilmu balaghah mengajarkan bahwa keindahan bahasa tidak berhenti pada susunan kata. Lebih dari itu, sebuah kalimat perlu disampaikan dengan mempertimbangkan keadaan, maksud, dan siapa yang menerimanya. Sebab, kata-kata yang tepat bukan hanya terdengar indah, tetapi juga mampu menyampaikan pesan sebagaimana mestinya.

Gagasan itu menjadi salah satu penekanan Syekh Prof. Dr. Fathi Abdurrahman Ahmad Hijazi dalam muhadharah ammah bersama mahasantri Ma’had Aly Andalusia, Leler, Banyumas, Selasa (20/10/2026). Bertempat di Gedung Zawiyah lantai satu, kegiatan ini melanjutkan kajian kitab Husnush Shiyāghah Syarah Durūs al-Balāghah yang sebelumnya telah dibahas dalam dauroh ilmiah pada Sabtu (17/10/2026).

Dalam pemaparannya, guru besar Universitas Al-Azhar Kairo tersebut menekankan pentingnya ilmu balaghah untuk memahami cara menyampaikan suatu maksud secara tepat. Ia mengingatkan sebuah ungkapan yang dikenal dalam kajian bahasa Arab:

«لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ»

“Setiap keadaan memiliki cara penyampaian yang tepat.”

Ungkapan tersebut menegaskan bahwa tidak setiap perkataan sesuai untuk semua keadaan. Sebuah nasihat, misalnya, perlu disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi orang yang menerimanya. Demikian pula penjelasan ilmiah membutuhkan susunan bahasa yang sesuai dengan persoalan yang dibahas. Ketepatan memilih kata, menyusun kalimat, dan menentukan cara penyampaian menjadi bagian penting agar maksud pembicara dapat diterima dengan baik.

Karena itu, Syekh Fathi juga menyampaikan:

«عِلْمُ الْبَلَاغَةِ أَصْلًا يَعْتَمِدُ عَلَى الذَّوْقِ»

“Ilmu balaghah pada dasarnya bertumpu pada kepekaan cita rasa bahasa.”

Kepekaan tersebut membantu seseorang memahami mengapa suatu ungkapan terasa lebih tepat daripada ungkapan lainnya. Dalam balaghah, keindahan tidak hanya berkaitan dengan pilihan kata, tetapi juga dengan kesesuaian antara perkataan dan keadaan. Dengan mempelajarinya, seseorang diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara jelas, bermakna, dan indah tanpa kehilangan ketepatan maksud.

Pembahasan itu sekaligus mengingatkan bahwa menguasai bahasa Arab tidak cukup dengan mengetahui arti kosakata atau memahami susunan gramatikal. Seorang pelajar juga perlu mengenali nuansa makna, tujuan tuturan, dan pengaruh sebuah ungkapan terhadap pendengarnya. Di situlah ilmu balaghah memberi ruang bagi bahasa untuk dipahami lebih dalam.

Selain membahas balaghah, Syekh Fathi mengingatkan para mahasantri tentang pentingnya mencintai dan mempelajari bahasa Arab. Menurutnya, bahasa Arab memiliki kedudukan penting dalam tradisi keilmuan Islam, terutama karena Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa tersebut. Penguasaan bahasa Arab membuka jalan bagi pelajar untuk memahami sumber-sumber keislaman sekaligus mendalami khazanah ilmu yang diwariskan para ulama.

Untuk menegaskan pesannya, ia mengutip sebuah ungkapan yang dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ:

«أَحِبُّوا الْعَرَبَ لِثَلَاثٍ: لِأَنِّي عَرَبِيٌّ، وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ، وَكَلَامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ»

“Cintailah bangsa Arab karena tiga hal: karena aku seorang Arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, dan perkataan penghuni surga berbahasa Arab.”

Ungkapan tersebut mengarahkan perhatian para mahasantri pada kedudukan bahasa Arab dalam tradisi Islam. Kecintaan terhadap bahasa ini dapat diwujudkan melalui kesungguhan mempelajarinya, membaca teks-teks aslinya, serta membiasakan diri menggunakannya dalam kegiatan akademik. Dengan demikian, bahasa Arab tidak berhenti sebagai mata pelajaran, tetapi menjadi sarana untuk memahami ilmu dan menyampaikan gagasan.

Pada akhirnya, mempelajari balaghah berarti belajar memahami bahwa setiap kata memiliki tempat dan setiap ungkapan membawa maksud. Pelajaran ini menjadi bekal untuk menelusuri khazanah bahasa Arab lebih dalam, membaca karya para ulama dengan lebih peka, serta menyampaikan ilmu dengan ungkapan yang tepat. Sebab, penguasaan bahasa tidak hanya tampak dari kemampuan merangkai kalimat, tetapi juga dari kecakapan menempatkan makna sesuai keadaan. Di situlah balaghah menemukan perannya, mempertemukan ketepatan maksud dengan keindahan ungkapan.


GALERI


Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *