Mangga yang Tersaji, Keberanian yang Teruji

maalyandalusia.ac.id

Cerita di Balik Wawancara Perdana Reporter Putri Media Ma’had Aly

Sore itu, langit tampak mendung. Di tengah suasana yang sedikit teduh, delapan pertanyaan telah disiapkan, dua reporter datang dengan sedikit kegugupan, dan sebuah pintu harus diketuk untuk memulai semuanya. Jumat, 30 Oktober 2026, Regina Awalailatul Khasanah dan Alfina Chalimatus Sa’diyah menyambangi kediaman Niswah Syahma Harmaza. Keduanya merupakan reporter Divisi Pemberitaan Media Ma’had Aly Andalusia yang mendapat tugas melakukan wawancara langsung. Bagi keduanya, pertemuan sore itu menjadi pengalaman perdana dalam menjalankan wawancara secara langsung.

Persiapan sebenarnya telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya. Berbagai pertanyaan dikumpulkan, dipilah, kemudian dirumuskan menjadi delapan pertanyaan utama. Namun, ketika sudah berdiri di depan rumah narasumber, rasa gugup tetap saja muncul. Ketukan pertama belum mendapat jawaban. Ketukan kedua pun belum membawa hasil. Ketukan ketiga juga belum mendapat respons. Di tengah penantian itu, Regina mulai membayangkan bagaimana wawancara akan berlangsung. Ia khawatir percakapan nanti terasa kaku dan pertanyaan yang telah disusun justru tidak mengalir sebagaimana mestinya.

“Ya, awalnya deg-degan, takut, pengin nangis. Sudah diketuk-ketuk pintunya, tetapi beliau belum keluar juga. Takut barangkali nanti garing, kurang mengalir,” kenang Regina.

Setelah tiga kali mengetuk tanpa mendapat jawaban, Regina dan Alfina kembali mencoba untuk keempat kalinya. Kali ini, Regina mengetuk pintu sembari mengucapkan salam bersama Alfina. Tak lama kemudian, Niswah akhirnya keluar dan menyambut kedatangan mereka. Alfina pun punya dugaan sendiri mengapa pintu baru terbuka setelah beberapa kali diketuk.

“Mungkin beliau enggak keluar-keluar karena suara kita terlalu lirih dan ketukan pintunya kurang meyakinkan,” ujarnya sambil tertawa.

Rupanya, bukan hanya pertanyaan yang perlu dipersiapkan, keberanian mengetuk pintu pun menjadi bagian dari pengalaman sore itu.

Keduanya kemudian dipersilakan masuk. Suasana yang semula terasa menegangkan perlahan berubah setelah tuan rumah menyambut dengan ramah dan menyuguhkan potongan mangga di atas piring. Sepiring mangga itu menemani percakapan sore yang berlangsung di kediaman Niswah, tidak jauh dari lingkungan pondok pesantren. Di tengah obrolan, Dedek Naura, putri Niswah, turut menemani pertemuan tersebut. Kehadirannya membuat suasana lebih akrab. Regina dan Alfina pun mulai merasa nyaman untuk membuka percakapan. Daftar pertanyaan yang sebelumnya hanya mereka persiapkan di atas kertas kini mulai diajukan satu per satu. Wawancara berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga lewat pukul 16.00 WIB.

Niswah Syahma Harmaza merupakan salah satu wisudawati berpredikat mumtaz pada Wisuda ke-3 Ma’had Aly Andalusia. Melalui pertemuan tersebut, Regina dan Alfina ingin menggali cerita di balik perjalanan pendidikannya. Delapan pertanyaan yang disiapkan mencakup alasan memilih Ma’had Aly, cita-cita sebelum berkeluarga, nasihat keluarga, hingga cara membagi waktu antara perkuliahan dan tanggung jawab rumah tangga. Keduanya juga menanyakan pengalaman paling berat selama kuliah, makna qasidah wisuda, serta pesan bagi mahasantri yang masih berjuang menyelesaikan pendidikan.

Salah satu cerita yang muncul adalah pengalaman Niswah ketika menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saat itu, ia telah menjadi seorang ibu dengan anak yang masih berusia sekitar empat bulan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik dari percakapan sore itu. Di balik predikat mumtaz yang diraih, terdapat cerita tentang bagaimana perkuliahan, keluarga, dan tanggung jawab sebagai seorang ibu harus dijalani secara bersamaan. Bagi kedua reporter, jawaban-jawaban tersebut menjadi bahan yang nantinya akan diolah lebih lanjut menjadi tulisan tematik khusus dalam rangkaian publikasi Wisuda ke-3.

Bagi Regina dan Alfina, wawancara itu memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya bisa diperoleh hanya dengan menyusun pertanyaan. Keduanya belajar memulai percakapan, menyimak jawaban narasumber, serta menjaga agar pembicaraan tetap berjalan dengan nyaman. Ada rasa gugup sebelum wawancara, tetapi ada pula kelegaan setelah seluruh pertanyaan berhasil disampaikan. Pengalaman ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menambah jam terbang dan mengembangkan keterampilan jurnalistik di Divisi Pemberitaan Media Ma’had Aly.

Pada akhirnya, sore itu tidak hanya menyisakan delapan pertanyaan dan sejumlah catatan wawancara. Ada empat kali ketukan pintu sebelum akhirnya disambut, sepiring mangga yang mencairkan suasana, serta Dedek Naura yang turut menemani percakapan. Di bawah langit mendung sore itu, Regina dan Alfina memulai pengalaman baru dalam kerja jurnalistik mereka. Sementara itu, cerita Niswah yang telah dihimpun sedang dipersiapkan menjadi tulisan tematik tersendiri. Nantikan hasil wawancara tersebut melalui website resmi Ma’had Aly Andalusia, maalyandalusia.ac.id.


Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *