Ngaos Bersama KH. Abdur Rouf MZ : Mengungkap Keajaiban Matematika Al-Qur’an

Pada Minggu, 27 Oktober 2024, Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia menyelenggarakan kegiatan spesial bertajuk Ngaos Sareng KH. Abdur Rouf Maemoen Zubair. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 di Aula Pusat Putra ini dihadiri oleh seluruh mahasantri putra dan putri, serta keluarga besar ponpes. Hadir dalam kesempatan tersebut, KH. Zuhrul Anam Hisyam, Ibu Nyai Rodhiyah Ghorro, Ning Zahro, dan keluarga ndalem yang dengan hangat menyambut kehadiran putra dari ulama besar KH. Maemun Zubair tersebut.

KH. Abdur Rouf Maemoen Zubair, yang juga merupakan kakak dari Ibu Nyai Rodhiyah Ghorro, membuka wawasan para santri dengan pemaparan tentang keajaiban matematis yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam sesi ngaos yang mengalir penuh inspirasi, KH. Abdur Rouf mengangkat fenomena ilmiah dan numerik dalam Al-Qur’an, yang tak hanya menakjubkan umat Islam, tetapi juga menarik perhatian dunia Barat. “Orang-orang Barat banyak yang akhirnya memeluk Islam setelah menemukan keajaiban-keajaiban dalam Al-Qur’an,” ungkap beliau.

KH. Abdur Rouf mengungkap bagaimana Al-Qur’an tidak sekadar menjadi kitab suci berisi petunjuk hidup, melainkan juga mengandung keajaiban yang melintasi batas ruang dan waktu. Dalam paparannya, beliau menyebut bahwa pola pengulangan kata-kata dalam Al-Qur’an menyiratkan ketelitian matematis yang seolah menjadi bukti kebesaran Sang Pencipta. Salah satu contohnya, kata “yaum” yang berarti “hari” disebutkan sebanyak 365 kali, mencerminkan jumlah hari dalam satu tahun kalender. Tak berhenti di situ, kata “bulan” disebutkan 12 kali, sesuai dengan jumlah bulan dalam satu tahun, serta kata “laut” dan “daratan” yang jika dijumlahkan menghasilkan proporsi yang mendekati perbandingan luas antara keduanya di bumi.

potret kh.abdurrouf maemun zubair & para mahasantri

Lebih lanjut, KH. Abdur Rouf menjelaskan bahwa keajaiban numerik dalam Al-Qur’an bukanlah sekadar kebetulan, melainkan sebuah tanda kebesaran Allah. Fenomena ini tidak hanya mempertebal keimanan, tetapi juga membuka wawasan baru bagi umat Muslim dalam mengapresiasi Al-Qur’an dari sudut pandang ilmu pengetahuan. “Pada era sekarang, semuanya didukung data, itulah sebabnya di setiap kota dan kabupaten selalu ada Badan Pusat Statistik (BPS). Al-Qur’an telah lebih dulu memberi isyarat tentang pentingnya data yang tertata,” tambah beliau.

Kegiatan ngaos bersama KH. Abdur Rouf Maemoen Zubair ini tidak hanya memberikan nuansa keilmuan, tetapi juga memperdalam rasa cinta para santri terhadap Al-Qur’an. Pesantren At-Taujieh Andalusia sekali lagi meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan tokoh-tokoh ulama besar untuk memperkaya wawasan dan keimanan santrinya, membimbing mereka untuk tak hanya mencintai, tetapi juga memahami Al-Qur’an secara menyeluruh.

Dengan berakhirnya acara ini, para santri terlihat penuh antusiasme, mendapatkan pemahaman baru bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat yang relevan sepanjang masa, menghadirkan tanda-tanda yang tidak hanya mendalam secara spiritual tetapi juga mengandung makna ilmiah yang menakjubkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *