BANYUMAS — “Jenengan niku potongan pejabat, kulo remen kalih jenengan.” Kalimat itu pernah disampaikan Gus Anam kepada H. Muhamad Ridwan sekitar 2008, ketika Ridwan masih rutin mengaji kepada Gus Anam. Belasan tahun kemudian, Ridwan kini dipercaya sebagai Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banyumas. Senin malam (14/9/2026), kediamannya di Desa Kalisalak menjadi tempat empat mahasantri Ma’had Aly Andalusia bersilaturahmi sekaligus berkonsultasi mengenai Beasiswa Cendekia BAZNAS.


Empat mahasantri yang hadir ialah Hisyam Abdillah, Yazid Abdul Hakim, Mahbub Atoillah, dan Ulul Albab. Mahbub Atoillah dan Ulul Albab merupakan anggota DEMA Ma’had Aly Andalusia dari Kementerian Luar Negeri. Konsultasi bersama H. Ridwan membahas berbagai hal mengenai Beasiswa Cendekia BAZNAS, mulai dari teknis, persyaratan, hingga hal-hal yang perlu dipersiapkan. Dari pembahasan tersebut, percakapan berkembang ke topik kehidupan mahasantri, organisasi, dan pengalaman berinteraksi di luar lingkungan pesantren.
Mahbub dan Ulul Albab turut berbagi pengalaman mengenai kegiatan DEMA, networking, serta sejumlah program yang dapat dikembangkan mahasantri. H. Ridwan kemudian memberikan pandangan berdasarkan pengalamannya di dunia kelembagaan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, dengan pembicaraan yang berpindah dari persoalan beasiswa ke pengalaman organisasi dan kehidupan setelah pesantren.
Di sela perbincangan, H. Ridwan kembali mengingat masa ketika ia belajar kepada Gus Anam. Sekitar 2008, sebelum Andalusia berdiri, ia biasa menempuh perjalanan dari Desa Kalisalak menuju Leler dengan bersepeda untuk mengaji. Dari perjalanan itulah tersimpan beberapa kenangan tentang masa belajarnya bersama Gus Anam.
Salah satunya adalah ketika Gus Anam menghampirinya, memeluknya, lalu berkata, “Jenengan niku potongan pejabat, kulo remen kalih jenengan.” Ridwan masih mengingat ucapan tersebut hingga sekarang. Kala itu, ia masih seorang santri yang datang untuk mengaji. Kini, ia menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banyumas.
Kepada para mahasantri, H. Ridwan berpesan agar mereka bersyukur dan bangga menjadi santri. “Kalian harus bersyukur dan bangga menjadi santri. Di luar itu belum tentu bisa belajar tentang dunia pesantren, tapi di pesantren itu sudah pasti bisa belajar dunia luar,” tuturnya.
Menurut Ridwan, pengalaman di pesantren dapat menjadi bekal untuk memahami kehidupan yang lebih luas. Karena itu, ia mendorong para mahasantri untuk tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif berorganisasi, membangun jejaring, dan mengenal berbagai lingkungan di luar pesantren.
Pesan itu kemudian disampaikan dengan nada ringan, “Kalian harus bangga menjadi santri karena santri itu bisa menjadi apa saja. Pejabat misalnya,” ujar Ridwan, disambut gelak tawa para mahasantri. Kalimat tersebut sekaligus mengingatkan kembali pada cerita yang ia sampaikan tentang masa ketika dirinya masih bersepeda dari Kalisalak menuju Leler untuk mengaji.
Silaturahmi malam itu tidak hanya membahas peluang Beasiswa Cendekia BAZNAS. Pertemuan tersebut juga mempertemukan para mahasantri dengan pengalaman seseorang yang pernah berada di posisi mereka sebagai santri dan kini menjalankan tugas di lembaga publik. Dari obrolan tentang beasiswa, organisasi, hingga pengalaman mengaji kepada Gus Anam, terselip satu cerita lama yang masih diingat: ucapan tentang “potongan pejabat” yang pernah disampaikan seorang guru kepada muridnya.
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com



