Banyumas, Rabu, 30 Juli 2025 menjadi saksi lahirnya babak baru dalam pergerakan intelektual dan kepemimpinan santri Ma’had Aly Andalusia. Dalam suasana penuh khidmat, digelarlah Stadium General dan Pelantikan Dewan Eksekutif Mahasantri (DEMA) Kabinet Al-Iqtishod Masa Khidmah 2025/2026. Agenda tahunan ini bukan hanya menjadi momen peresmian struktur organisasi baru, namun juga menjadi panggung penyemaian semangat kebahasaan dan pembaruan gerakan santri.
Dalam sambutannya, KH. Zuhrul Anam Hisyam, Mudir Ma’had Aly Andalusia menyampaikan dengan penuh ketegasan dan harapan, bahwa menghidupkan Bahasa Arab bukanlah sebatas kemampuan membaca kitab, tetapi menjadi ruh yang mengalir dalam kehidupan santri sehari-hari. “Bahasa Arab adalah identitas ruhani, alat untuk memahami khazanah Islam, dan menjadi jembatan menuju peradaban. Maka, jangan berhenti pada qirā’ah, tetapi hidupkan ia dalam muḥādatsah, dalam kitābah, dan dalam cara berpikir,” ungkap beliau dengan penuh semangat.


Stadium General kali ini menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. KH. Tulus Musthofa, Lc., MA.—Guru Besar Bahasa Arab dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta—yang membawakan tema “اللغة العربية وتحديات العصر” (Bahasa Arab dan Tantangan Zaman). Dalam paparan yang memukau, beliau menekankan pentingnya as-samā’ (kemampuan mendengar) sebagai pintu masuk dalam mempelajari Bahasa Arab secara alami, sekaligus mendorong para santri untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana efektif dalam belajar. “Bahasa adalah makhluk hidup. Ia tidak hanya dipelajari, tapi harus dialami,” ujar Prof. Tulus, menyemangati para mahasantri untuk mencintai Bahasa Arab dalam segala bentuknya.
Sebelum sesi pemaparan materi dimulai, dilakukan pelantikan resmi kepengurusan DEMA Kabinet Al-Iqtishod oleh Ust. Agus Hilmy Mubarok. Sebagai bentuk penghormatan, Ma’had Aly juga memberikan cenderamata kepada Rifaul Fikri, Presiden Mahasantri periode sebelumnya, yang secara simbolik diserahkan oleh Ust. Agus Hilmy Mubarok. Momen ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan jejak pengabdian yang telah ditorehkan selama masa khidmah. Di akhir acara, KH. Zuhrul Anam juga menyerahkan cenderamata khusus kepada Prof. Tulus sebagai bentuk penghargaan atas ilmu yang telah dibagikan.

Susunan acara berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, dimulai dari pembukaan, tilawah Al-Qur’an, paduan suara yang mengalunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars dan Hymne Ma’had Aly, hingga prosesi pelantikan, sambutan, seminar, pemberian cenderamata, dokumentasi foto bersama, dan ditutup dengan doa.
Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dimulainya ikhtiar baru dalam membangun kesadaran kolektif para santri akan pentingnya bahasa, organisasi, dan visi peradaban. Dengan semangat Al-Iqtishod, Ma’had Aly Andalusia menatap masa depan: bahwa santri bukan hanya penjaga warisan, tetapi penggerak zaman.
DOKUMENTASI






📺 Siaran ulang dapat disaksikan di kanal YouTube Ma’had Aly Andalusia.
Kunjungi situs resmi Ma’had Aly Andalusia di maalyandalusia.ac.id dan malyjurnalistik.com
Dapatkan informasi akademik khusus untuk mahasantri, artikel bermanfaat, serta liputan berbagai kegiatan kampus. Jangan sampai ketinggalan, ya!



