Di Tengah Peran yang Berlapis, Semangat Belajar Tak Boleh Tipis

maalyandalusia.ac.id

Menjalani pendidikan di tengah peran sebagai istri sekaligus ibu tentu bukan hal yang mudah. Ada tanggung jawab keluarga yang harus dijalankan, tanpa mengesampingkan kewajiban dalam menuntut ilmu. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Niswah Syahma Harmaza selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly Andalusia. Perjalanan panjang itu akhirnya mengantarkannya pada satu momen istimewa, yakni Wisuda ke-3 Ma’had Aly Andalusia yang diselenggarakan pada 19 Oktober 2026. Di balik pencapaian tersebut, tersimpan perjalanan yang tidak hanya berkisah tentang proses menuntut ilmu, tetapi juga berbagai fase kehidupan yang ia lewati dan memiliki banyak arti.

Nisywah Syahma Harmaza S.S.A
Dokumentasi 3 Wisudawati terbaik

Menjadi salah satu wisudawati berpredikat mumtaz pada wisuda ke-3 merupakan pencapaian berharga bagi Niswah. Lebih dari sekadar prestasi, capaian tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus mengembangkan diri serta berupaya menjadi teladan dalam menuntut ilmu.

Lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Namun, Niswah menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara nasab dan ilmu, sebagaimana nasihat Abah Anam. Sebagai bagian dari keluarga pengasuh, Niswah memegang prinsip bahwa setinggi apa pun nasab seseorang, ia tetap harus giat belajar untuk mendapatkan ilmu.

“Tidak ada korelasi antara nasab dengan ilmu,” tuturnya.

Oleh karena itu, setiap orang tetap memiliki kewajiban untuk terus menuntut ilmu dan mengembangkan kapasitas dirinya. Lingkungan pesantren yang telah dikenalnya sejak dini, disertai dorongan orang tua agar ia mendalami agama Islam lebih dalam, menjadi alasan yang akhirnya memantapkan pilihannya untuk menempuh pendidikan di Ma’had Aly.

Perannya sebagai seorang istri sekaligus ibu di tengah perjalanan pendidikan tentu menghadirkan tanggung jawab yang tidak sedikit. Dalam menjalani keduanya, Niswah berupaya membagi waktu antara perkuliahan dan urusan rumah tangga dengan menetapkan skala prioritas. Ia berusaha menyeimbangkan keduanya, di antaranya dengan memaksimalkan waktu selama perkuliahan, belajar bersama suami pada malam hari, serta memanfaatkan waktu ketika anaknya tidur untuk mengejar materi yang belum sempat dipelajari.

Berbagai tahapan telah Niswah lalui dalam perjalanan pendidikannya, masing-masing dengan tantangan dan makna tersendiri. Salah satunya adalah kegiatan KKN pada semester tujuh yang ia jalani ketika telah berstatus sebagai ibu dengan anak berusia sekitar empat bulan yang selalu menemaninya dalam berbagai kegiatan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya untuk tetap memaksimalkan setiap tanggung jawab akademik. Dalam proses itu, kehadiran suami yang turut membantu dan mendukung setiap langkahnya menjadi salah satu hal yang berarti.

Sementara itu, dalam penyusunan skripsi, Niswah memilih mengangkat tema “Istiqaq” sebagai fokus kajiannya. Pemilihan topik tersebut dilatarbelakangi oleh pembahasannya yang tergolong jarang ditemukan dan tingkat kesulitan yang dinilainya masih dapat dikelola. Topik tersebut juga disesuaikan dengan kondisinya yang telah berkeluarga, sehingga lebih memungkinkan untuk dikerjakan secara bertahap di sela-sela waktu luang.

Hingga akhirnya, buah manis dari kerja keras dan ketekunannya berhasil ia raih. Predikat mumtaz menjadi salah satu pencapaian yang mengiringi perjalanan pendidikannya di Ma’had Aly. Perjalanan tersebut kemudian ia tuangkan dalam bait-bait syiir yang menggambarkan keseluruhan proses belajarnya bersama para masyayikh dan teman-teman seperjuangan. Syiir tersebut disampaikan dalam rangkaian Wisuda ke-3 Ma’had Aly Andalusia.

Baginya, Ma’had Aly merupakan jenjang pendidikan tinggi di lingkungan pesantren yang memiliki arti istimewa. Di bawah didikan Abah Anam, Ibu Rodliyah Ghoro, serta para masyayikh, disertai kebersamaan dengan teman-teman, ia memperoleh banyak pengalaman dan momen berharga yang menjadikan Ma’had Aly sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Ia berpesan kepada teman-teman yang masih menempuh pendidikan di Ma’had Aly agar senantiasa menjaga semangat dalam menuntut ilmu. Sebab, dalam menuntut ilmu tidak ada batasan maupun kata terlambat.

“Jangan pernah menyerah dan harus tetap semangat. Belajar tidak mengenal kata terlambat, batasan waktu, atau berhenti hanya karena sudah lulus maupun sudah berumah tangga,” pesannya.

Terlebih bagi perempuan yang kelak mengemban peran sebagai seorang ibu (al-ummu madrasatul ula), ilmu menjadi bekal penting dalam membangun peradaban serta mendidik generasi penerus yang berkualitas. Oleh karena itu, menuntut ilmu hendaknya tidak berhenti pada bangku pendidikan formal, melainkan terus dilanjutkan kapan pun dan di mana pun.


GALERI


Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *