BANYUMAS — “وَهَا قَدْ حَصَدْنَا الْيَوْمَ مِنْ غَرْسِ جُهْدِنَا” — Hari ini, kami memanen hasil dari apa yang telah kami tanam. Bait itu dilantunkan Niswah Syahma Harmaza dalam sambutan perwakilan wisudawan Ma’had Aly Andalusia, Senin (19/10/2026). Suaranya bergetar saat qasidah berbahasa Arab itu mengalir di hadapan para hadirin. Di hari ketika gelar sarjana disematkan, Niswah memilih mengenang perjalanan panjang menuntut ilmu melalui syair yang berisi penghormatan, kerinduan, dan rasa syukur.
Niswah menjadi perwakilan dari 38 mahasantri Program Takhassus Bahasa dan Sastra Arab yang dikukuhkan sebagai Sarjana Sastra Arab (S.Sa.). Qasidah yang ia susun membawa hadirin menelusuri berbagai bagian perjalanan pendidikan, penghormatan kepada guru, doa orang tua, malam-malam belajar, hingga kebersamaan dengan sahabat seperjuangan. Setiap baitnya menjadi cara Niswah menyampaikan hal-hal yang mungkin tak cukup terangkum dalam sebuah pidato biasa.
Usai sambutan tersebut, Mudir ‘Am Ma’had Aly Andalusia, KH. Zuhrul Anam Hisyam, mengungkapkan rasa takjub melihat para mahasantri yang dahulu belajar dengan beliau kini telah menyelesaikan skripsi.
“Bertahun-tahun saya mengajarkan Alfiyah, Balaghah, Audhohul Masalik. Rasanya tidak percaya, tiba-tiba sudah pada membuat berbagai karangan skripsi,” dawuhnya.
Beliau kemudian menyinggung Niswah secara khusus.
“Dari sekian banyak anak perempuan tidak ada yang salaman, tapi tadi salaman karena tadi itu cucu saya. Makanya mahram, namanya Niswah Harmaza,” tuturnya.
Sapaan “cucu Abah” itu menambah kehangatan di tengah momen kelulusan. Dalam qasidahnya, Niswah menyebut Gus Anam dan Ibu Nyai Hj. Rodliyah Ghorro sebagai sosok yang dihormati. Kepada Gus Anam, ia melantunkan, “وَيَا شَيْخَنَا زُهْرَ الْأَنَامِ هِشَامَنَا” — Wahai guru kami, permata manusia, Abah Hisyam. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Ma’had Aly yang telah menjadi tempat menimba ilmu dan takwa. “وَيَا مَعْهَدِي أَهْدَيْتَنَا الْعِلْمَ وَالتُّقَى” — Wahai ma’hadku, engkau telah menghadiahkan kami ilmu dan takwa. Bait-bait itu menunjukkan betapa eratnya perjalanan kelulusan dengan peran para guru dan lingkungan pendidikan.
Dari penghormatan kepada guru, syair Niswah beralih kepada kedua orang tua. “وَلَوْلَا دُعَاءُ الْأُمِّ مَا كُنْتُ سَالِكًا” — Kalaulah bukan karena doa Ibu, niscaya aku tidak akan menempuh jalan ini. Ia juga menuliskan kerinduan kepada keluarga yang dipendam selama menuntut ilmu: “وَكَمْ غُصَّةٍ مِنْ شَوْقِ أَهْلٍ كَتَمْتُهَا” — Betapa banyak sesak karena rindu keluarga yang kupendam. Dua bait itu menghadirkan sisi lain dari kelulusan, ada doa dan kerinduan yang menyertai perjalanan, meski tak selalu terlihat oleh orang lain.
Niswah turut mengenang malam-malam yang dihabiskan untuk menelaah kitab dan menghadapi ujian. Semua itu akhirnya bermuara pada bait yang ia lantunkan di awal sambutan: “وَهَا قَدْ حَصَدْنَا الْيَوْمَ مِنْ غَرْسِ جُهْدِنَا.” Kelulusan menjadi buah dari usaha yang dijalani bersama. Niswah sendiri termasuk salah satu dari lima wisudawan terbaik, bersama Qurrota ‘Ayun, Ramah Tegar Pambudi, Wijhatul Amalina, dan Muhammad Abdul Chaq.
Pada bagian akhir qasidah, Niswah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekurangan selama menempuh pendidikan. Ia juga menegaskan ikrar untuk menjaga Al-Qur’an dan tetap memegang tanggung jawab keilmuan. Syair itu menutup sambutannya dengan kesadaran bahwa kelulusan bukan akhir dari belajar. Masih ada ilmu yang perlu dikembangkan dan diamalkan setelah meninggalkan ruang-ruang belajar di Ma’had Aly.
Hari itu, Niswah menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pendidikan melalui qasidah yang merangkum peran guru, doa orang tua, dan perjuangan para lulusan. Sementara dawuh Gus Anam memperlihatkan kebahagiaan seorang guru melihat murid-muridnya tumbuh hingga meraih gelar sarjana, sapaan “cucu Abah” memberi sentuhan personal pada momen tersebut. Di antara syair dan kenangan, wisuda menjadi penanda bahwa satu perjalanan telah dituntaskan, sementara perjalanan menuntut dan mengamalkan ilmu masih berlanjut.
SYA’IR-SYA’IR YANG DIBAWAKAN OLEH WISUDAWATI: NISWAH SYAHMA HARMAZA
قَصِيدَةُ مُمَثِّلِ الخِرِّيْجِيْنَ
Qasidah Perwakilan Wisudawan
المطلع والتحية
(Mukaddimah & Salam)
بِحَمْدِ الَّذِي أَعْلَى مَنَارَ الفَضَائِلِ وَصَلُّوا عَلَى الْهَادِي خِتَامِ الرَّسَائِلِ
(Dengan memuji Dzat yang meninggikan menara keutamaan / Dan berselawatlah atas Nabi Al-Hadi, penutup para rasul).
سَلَامٌ عَلَى الْحُضَّارِ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ وَأَهْلًا بِكُمْ فِي الْيَوْمِ فِي خَيْرِ مَحْفِلِ
(Salam bagi para hadirin dari segala penjuru / Dan selamat datang bagi kalian di hari ini dalam majelis yang terbaik).
الشكر للمدير والمعهد والمدرسين
(Ucapan Terima Kasih kepada Pengasuh, Ma’had, dan Para Guru)
وَيَا شَيْخَنَا زُهْرَ الأَنَامِ هِشَامَنَا مُدِيرَ الْعُلَا مَنْ زَانَ مَجْدَ الْمَنَازِلِ
(Wahai guru kami, permata manusia, Abah Hisyam / Direktur kemuliaan yang menghiasi keagungan tempat).
وَرَاضِيَةُ الغَرَّاءُ نُورٌ لِبَيْتِنَا فَأَنْتِ لَنَا فِي الدَّرْبِ أَسْنَى الْمَشَاعِلِ
(Dan Ibu Radliyah yang mulia, cahaya bagi rumah kami / Engkau adalah obor terindah bagi kami di jalan)
وَأَهْلًا بِمَنْ فِي ظِلِّهِ الْقَلْبُ يَهْدَأُ بِشَيْخٍ حِجَازِيٍّ حَمِيْدِ الْخَصَائِلِ
(Dan selamat datang bagi sosok yang di bawah naungannya hati menjadi tenang / Yaitu Syaikh Hijazi yang terpuji pekertinya).
فَدُمْتَ لَنَا ذُخْرًا وَيَا مُسْتَشَارَنَا وَنُورًا يُضِيءُ الدَّرْبَ بَيْنَ الْمَجَاهِلِ
(Maka semoga Engkau senantiasa menjadi simpanan berharga bagi kami dan sebagai penasihat kami / Serta cahaya yang menerangi jalan di tengah kegelapan).
جَزَى اللهُ مَنْ أَفْنَى الْحَيَاةَ مُعَلِّمًا وََأَسْدَى إِلَيْنَا بِالْعَطَايَا الْجَلَائِلِ
(Semoga Allah membalas kebaikan orang yang menghabiskan hidupnya sebagai pengajar / Dan telah memberikan kepada kami anugerah yang agung).
بِأَنْدَلُسِيَّا مِنْ مَنَاهِلِ عِلْمِهَا نَهَلْنَا فَرَوَّتْنَا عُيُونُ الْجَدَاوِلِ
(Di Andalusia, dari mata air ilmunya / Kami meminumnya hingga mata air aliran sungai itu menyiram kami).
وَيَا مَعْهَدِي أَهْدَيْتَنَا الْعِلْمَ وَالتُّقَى وَأَنْبَتَّ فِينَا الْخَيْرَ مِثْلَ السَّنَابِلِ
(Wahai ma’hadku, engkau telah menghadiahkan kami ilmu dan takwa / Dan menumbuhkan kebaikan dalam diri kami bagaikan tangkai gandum).
الوفاء للوالدين
(Berbakti kepada Kedua Orang Tua)
إِلَى وَالِدِيْنَا الْغَالِيِيْنِ تَحِيَّةٌ وشكرٌ لـِمَنْ رَبَّى بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ
(Kepada kedua orang tua kami tersayang, salam terhaturkan / Dan rasa terima kasih kepada yang telah mendidik dengan budi pekerti yang baik).
وَلَوْلَا دُعَاءُ الأُمِّ مَا كُنْتُ سَالِكًا دُرُوبَ الْعُلَا مَا بَيْنَ هَذِي الْمَرَاحِلِ
(Kalaulah bukan karena doa Ibu, niscaya aku tidak akan menempuh / Jalan-jalan kemuliaan di antara fase-fase ini).
رحلة الدراسة
(Perjalanan Menuntut Ilmu)
وَكَمْ لَيْلَةٍ بِتْنَا نُطَالِعُ كُتْبَنَا وَنُحْيِي الدُّجَى بِالذِّكْرِ بَعْدَ النَّوَافِلِ
(Berapa banyak malam yang kami lalui dengan menelaah kitab-kitab kami / Dan menghidupkan malam dengan zikir selepas salat sunnah).
وَكَمْ غُصَّةٍ مِنْ شَوْقِ أَهْلٍ كَتَمْتُهَا وَصَبَّرْتُ قَلْبِي مِثْلَ صَبْرِ الْأَوَائِلِ
(Berapa banyak rasa sesak karena rindu keluarga yang aku pendam / Dan aku sabarkan hatiku seperti sabarnya para pendahulu).
وَجَاءَتْ رِيَاحُ الِامْتِحَانِ عَوَاصِفًا فَثَبَّتَنَا الرَّحْمَنُ فَوْقَ السَّوَاحِلِ
(Lalu datanglah angin ujian bagaikan badai / Maka Allah Yang Maha Pengasih meneguhkan kami di atas pantai).
وَدَوَّنْتُ مِنْ فَيْضِ الْعُلُومِ رِسَالَةً فَنِلْتُ ثَنَاءً مِنْ شُيُوخٍ أَمَاثِلِ
(Dan aku menuliskan risalah/skripsi dari limpahan ilmu / Maka aku meraih pujian dari para
syekh/dosen yang teladan).
وَذُقْنَا حَلَاوَاتِ الْقِرَاءَةِ وَالْهُدَى وَعَانَقَ فِينَا الْقَلْبُ نُورَ الدَّلَائِلِ
(Dan kami telah merasakan manisnya membaca dan petunjuk / Dan hati kami merangkul cahaya dalil-dalil).
وَيَا صُحْبَةَ الْأَيَّامِ كُنْتُمْ لَنَا حِمًى وَظِلًّا لَنَا فِي ضِيقِ هَذِي الْمَشَاكِلِ
(Wahai sahabat seperjuangan, kalian adalah perlindungan bagi kami / Dan naungan bagi kami di tengah kesempitannya masalah).
وَهَا قَدْ حَصَدْنَا الْيَوْمَ مِنْ غَرْسِ جُهْدِنَا وَأَثْمَارُنَا تَزْهُو كَأَبْهَى الْخَمَائِلِ
(Dan hari ini kami telah memanen dari apa yang kami tanam / Buah-buahan kami berseri bagaikan kebun yang paling indah).
العهد والاعتذار
(Janji Setia & Permohonan Maaf)
وَنَحْنُ عَلَى عَهْدٍ مَعَ اللهِ دَائِمٍ نَصُونُ حِمَى الْقُرْآنِ بَيْنَ الْقَبَائِلِ
(Dan kami senantiasa berada dalam ikrar bersama Allah / Menjaga benteng Al-Qur’an di tengah-tengah umat)
وَإِنْ كَانَ مِنَّا زَلَّةٌ أَوْ تَقَصُّرٌ فَعَفْوًا وَدَعْوَاتٍ بِرَفْعِ الْأَنَامِلِ
(Dan jika dari kami terdapat kesalahan atau kekurangan / Maka kami memohon maaf dan doa dengan mengangkat tangan).
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com



