BANYUMAS — Sebuah tugas perkuliahan mengantarkan Mujiburrohman, mahasantri semester 3 Ma’had Aly Andalusia, menghasilkan sebuah kitab berbahasa Arab. Karya berjudul Masālikul-Irtiqā’ ilā Maqāmil-Faṣāḥah wal-Insyā’ itu mendapat tashih langsung dari Syekh Mahmud Fathi Hijazi dan Syekh Fathi Abdurrahman Ahmad Hijazi, dua syekh asal Mesir.
Kitab tersebut berawal dari tugas mingguan dalam kelas bahasa Arab yang diampu Syekh Mahmud Fathi Hijazi. Perkuliahan biasanya berlangsung secara daring, dengan tugas menyusun hiwar atau dialog berbahasa Arab berdasarkan tema yang telah ditentukan oleh Syekh Mahmud.


Mujiburrohman kemudian mengumpulkan dialog-dialog tersebut dan mengembangkannya menjadi sebuah kitab. Ia melengkapinya dengan penjelasan mufradat atau kosakata, contoh penggunaan kalimat, serta pertanyaan terkait isi dialog. Penambahan itu ditujukan untuk membantu pembaca, khususnya pemula, memahami percakapan bahasa Arab dengan lebih mudah.
Kesempatan untuk menyempurnakan naskah datang ketika Syekh Mahmud Fathi Hijazi bersama Syekh Prof. Dr. Fathi Abdurrahman Ahmad Hijazi berkunjung ke Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia dalam rangkaian kegiatan wisuda ke-3 Ma’had Aly Andalusia pada 19 Oktober 2026. Mujiburrohman memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan bimbingan secara langsung dengan Syekh Mahmud.
Selama kurang lebih dua pekan, keduanya mengadakan empat kali pertemuan untuk membahas naskah. Proses tersebut mencakup koreksi penulisan, penataan isi kitab, serta penambahan penjelasan agar materi dialog lebih mudah dipahami oleh pembelajar pemula.
“Alhamdulillah, suatu nikmat ilmu yang sangat luar biasa bisa mengambil ilmu langsung dari lautan keilmuan negeri Kinanah. Awalnya saya cuma disuruh Syekh Mahmud untuk mengumpulkan hiwar buatan saya, tapi tidak menyangka bisa menjadi satu kitab utuh dan malah diserahkan Syekh Mahmud ke Syekh Fathi untuk diijazahkan,” ungkap Mujiburrohman.
Pada Rabu (28/10/2026) pukul 09.00 WIB, naskah tersebut mendapat koreksi atau tashih langsung dari Syekh Mahmud Fathi Hijazi dan Syekh Fathi Abdurrahman Ahmad Hijazi, sesaat sebelum keduanya bertolak kembali ke Mesir. Selain memberikan ijazah atas kitab tersebut, Syekh Fathi juga membubuhkan tulisan tangan dan cap basah pada naskah karya Mujiburrohman.
Karya Mujiburrohman memperlihatkan bagaimana tugas perkuliahan dapat berkembang menjadi karya tulis berbahasa Arab yang utuh. Bagi Ma’had Aly Andalusia, karya ini menjadi salah satu capaian mahasantri dalam pembelajaran bahasa Arab, terlebih setelah naskahnya mendapat tashih langsung dari dua syekh asal Mesir.
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalsitik.com



